myspace



June 27, 2004


Kanvas Kehidupan

Assalamualaikum...

Ermm...xtau naper perasaan saikin[lately] ni mendung jer. Banyak faktor yang menyumbang kepada kemendungang hati ni[ayat skema giler..hehehe]. Antaranya.. cuaca, keadaan sekeliling..itu..ini.. hehehe..Lantas, dalam kemendungan ini juga la terilham oleh aku sebuah puisi yg agak mendung. Act. bukan pandai sgt tulis puisi ni. Cuma aku senang utk meluah kan perasaan aku dlm bentuk puisi rather than bentuk lain. Bagi aku puisi boleh menggambarkan segalanya. Sesebuah puisi tu punya nilai yg tersendiri. Tu sekadar pandangan dari aku la. Ermm bacalah yek antara salah satu puisi gubahan aku ni. Walau pun jiwang skit..hehehe..

+ + + + + + + + + + + + +

Kanvas Kehidupan

Entah kenapa,
Dalam meniti lewat hari-hari kebelakangan ini,
Hati ini sering sebak,
Perasaan ini sering sayu,
Mengenangkan rentetan hidup,
Mengenangkan lumpur dosa yang penuh terpalit,
Yang telah mencacatkan seri warna pakaian iman,
Sering terdetik betapa kerdilya diri ini,
Betapa ceteknya ilmu di dada ini,
Betapa sempitnya pemikiran ini,
Hingga sering teraju persoalan di minda,
Mampukah untuk aku mengunjurkan bantuan buatmu wahai taulan,
Sedang diri ini masih terumbang ambing,
Bulatkah percaya mu ke atas ku wahai sahabat,
Sedang diri ini masih tiada penetapan yang teguh,
Sering aku terkesima tatkala memikirkan nasib diri,
Walau suria masih memanjat dari timur,
aku tetap gusar,
Entahlah,
Ingin sekali memahkotakan diri sebagai muslimah sejati,
Namun ku alah pada kelemahan diri,
Ya Allah,
Berikanlah daku kekuatan,
Hanya cinta-Mu yang kuharap,
Hanya kasih-Mu yang kudamba,
Andai dia,
Sang Muslimin KAU utuskan buat perantaraan,
Aku terima dengan redha,
Namun padanya ingin ku berpesan,
Maaf jika hati ini tidak sepenuhnya untukmu,
Kerna ia adalah milik-Nya,
Maaf jika cinta ini tidak sepenuhnya untukmu,
Kerna ia adalah milik-Nya,
Maaf jika masaku tidak sepenuhnya untukmu,
Kerna ia adalah milik-Nya,
Maaf jika ketaatan ini tidak sepenuhnya milikmu,
Kerna ia adalah milik-Nya,
Namun jika insan lain dijadikan perbandingan,
Kau tetap akan ku cinta,
Hati ku tetap untukmu,
Kau tetap akan ku taat,
Masaku tetap untukmu,
Jika kerna tidak dapat memiliki sepenuhnya,
Lantas kau menjauhi,
Aku redha,
Kerna DIA mengatasi segalanya,

Aku pasrah,
Andai ditakdirkan bersendirian sehingga ke akhir hela nafas,
Kerna ku yakini,
Cintaku pada-Nya adalah cinta azali,
Kerna janji-Nya adalah janji yang pasti,
Kerna DIA tak kan mempersiakan,
Kerna DIA takkan mengecewakan,
Lantas ku akur,
Kubukakan hati,
Ku luaskan minda,
Ku terima sang hakikat dengan penuh ketenangan
Sesungguhnya,
Perjalanan hidup ini telah tertulis,
Rentetan hayat ini telah tersurat.....

-Mawarputih-

Wassalam


"Bila pena menari, tinta yang bisu akan berkata-kata"

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Cursors