myspace



September 03, 2004

Warkah seorang lelaki buat wanita suci

Assalamualaikum wbt....

Ermm... Dah lama gak x letak entry..bukan aper..tp mmg btul2 bz biler dah mula jugyou[lecture] ni.. Dengan report nyerlah.. dgn kadai[assignment]lah.. dgn syotesuto[test] lah.. memang blurr jap.. maner taknyer, dah nama pun baru mula jugyou.. mind-setup pun reset balik lah..hehehe.. Byk lah yang dah lupa... fitrah manusia[alasan..hehehe]. Tapi yang ditakuti adalah exam.. ish3.. InsyaAllah dalam 24hb~30hb ni aku akan berjuang di sebuah daerah bernama exam.. dan aku tau ramai sahabat2 yang berjuang skali masa tu... hehehe..
Ermm.. mmg xde idea lah nak tulis aper.. skang mood nak pulihkan semangat utk study je.. semangat yang hilang... hehe.. tolong doakan aku jumper semangat aku balik yek.. InsyaAllah .. Oklah, tah pape jer yang aku dok merepek ni. Kat bawah ni ader puisi[??] tentang warkah seorang lelaki buat wanita suci. tapi dalam bahasa indonesia.. dgr kata diilhamkan oleh seorang saudara dari tanah seberang tu.. Tapi rasa cam senang jer penggunaan bahasa dia..yelah, aku yang xfaham bahasa indonesia pun boleh faham..InsyaAllah.. kalau ada masa bacalah yek..buka kan hati.. lapangkan minda... InsyaAllah..

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +

Warkah seorang lelaki buat wanita suci

Wanita Suci,
Mungkin aku memang tak romantis,
tapi siapa peduli karena toh
kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bukan bunga,
tak mampu aku samakan mu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk terindah, tersempurna,tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu manusia terindah, tersempurna, tertinggi
karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita Suci,
Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh,
karena itu akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku
yang masih penuh dengan lumpur,
dirimu terlalu suci.

Wanita Suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung,
ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri,
berkelebat selalu,
meski ujung penutupmu pun tak pernah berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli,
tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa dihadapanku bila kau kalah,
tak lebih dari wanita biasa.

Wanita Suci,
Jangan pernah kau tatapku penuh,
bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah,
tetapi karena aku seorang manipulator.
Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku,
mengenakan pakaian sutra emas,
meniru laku para rahib,
meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur.
Kau memang suci,
tetapi masih sangat mungkin kau termanipulasi
karena kau hanya manusia-hanya wanita,
meskipun kau wanita suci.

Wanita Suci,
Beri sepenuh diri pada dia
sang lelaki suci yang dengan sepenuh diri bawamu pada Tuhan.
Untuknya dirimu ada,
itu kata otakku,
terukir dalam kitab suci, tak perlu pikir lagi.
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad.
Atau kejar sang lelaki suci,
itu adalah hakmu,
seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita Suci,
Bariskan harapmu pada istiqarah sepenuh arti ikhlash.
Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu,
mungkin sekarang atau nanti
bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci
untuk semua lelaki di alam permainan saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu
yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu'an ibadah.


Wanita Suci,
Pilihan Tuhan tak selalu seindah inginmu,
tapi itulah pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Tuhan.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu,
melainkan pada jalan yang kau pilih,
seperti kisah seorang wanita suci dimasa lalu
yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahan.
Atau mungkin kebaikan itu
terletak pada keikhlashanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi,
Kekasih tempat kita (seharusnya) memberi semua cinta
dan menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita.

Nukilan : Agus Widodo


Wassalam...

"Bila pena menari, tinta yang bisu akan berkata-kata"

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Cursors